Loading...

Rabu, 23 Maret 2011

Memperhatikan Dengan Hening

Mari kita keluar ruangan memperhatikan sebuah pohon kacang hijau yang baru tumbuh, atau pohon apa saja yang terlihat di depan anda. Mari kita perhatikan dengan seksama. Berasal dari sebuah biji yang kecil lalu tumbuh bergerak menjadi akar, menjadi batang, menjadi ranting, menjadi daun, menjadi bunga, menjadi buah, lalu mati. Juga biji-biji yang lainnya akan berlaku sama seperti itu.

Kemudian perhatian bumi bergerak, bulan bergerak atom-atom bergerak pada aturan yang harmoni, dan pandangilah alam semesta dengan hening. Semuanya bergerak serentak dengan rencana yang baik dan sempurna. Ia tak berdaya mengikuti kemauan yang tidak bisa dibendung dari dalam, mereka pasrah terhadap gerak yang menggerakan, mereka tidak bisa menolaknya.

Ada sebuah gerak yang meliputi seluruh alam yang tidak kelihatan, yang tak bisa dijangkau dengan mata dan perasaan. Akan tetapi gerak itu tampak sekali dengan jelas sehingga bumi itu bergerak, matahari bergerak, tumbuhan bergerak, jantung kita bergerak, atom-atom bergerak. Semua mengikuti gerak hakiki, bukan kehendak kita.

Lihatlah sekali lagi dengan seksama, anda akan melihat Yang Mengerakan, Yang Hidup, Yang Nyata (Dhahir), Yang Tersembunyi (Bathin), dan Dialah yang tidak bisa dijangkau oleh kata-kata dan sifat. Dan bersujudlah kepada Yang Maha Dhaahir itu (Adh Dhahiru), bukan kepada alam semesta yang fana, yang bergantung kepada Sang Hidup, anda akan melihat semua alam bersujud dengan caranya masing-masing kemudian semuanya bertasbih dengan bahasanya yang khusus.

Kemudian lihatlah yang menggerakan jantung itu, jangan lihat jantungnya.. tetapi yang menggerakkan itu, yang amat dekat itu, yang hidup itu, yang kuasa itu, yang lebih dekat dari jantung kita sendiri! Maha Suci Engkau.. Maha Suci Engkau .. Maha Suci Engkau Ya Allah.

Saya sarankan apabila anda belum memahami hal ini, jangan diteruskan. Saya tidak berani mengupas lebih dalam mengenai hakikat ini, karena pengajaran hakikat harus melalui tahapan pengertian yang kontinyu agar tidak salah persepsi. Atau cukup dijadikan wacana dan bahan renungan. Akan tetapi jika anda ingin mencapai keadaan tersebut sebaiknya direncanakan dengan baik agar kita memulai dari yang paling dasar yaitu dari sisi ketuhanan dan tidak sekedar main-main mempelajari ilmu hakikat ini, apalagi hanya untuk sekedar tahu.

Mudah-mudahn saudara akan mengawali perjalanan rohani yang lebih baik setelah mengerti zat dan arah beragama kita. Bukan bergejolak dalam retrorika ilmu tauhid yang tidak ada habisnya. Akan tetapi mari kita jalani sampai memasuki hakikat yang sebenarnya. Begitu papar Bapak Abu Sangkan dalam bukunya berguru kepada Allah, hal. 173.

Membangun INTERNET BUSINESS CAREER bareng E-Cerdas, tertarik? Pelajari kiat-kiatnya E-Cerdas [:-DISINI-:]   ««  e-Cerdas memang pilihan cerdas.

1 Komentar:

letung mengatakan...
subhanallah... "Aku yang ciptakan, Aku pula yang gerakkan

Mengenali Tanda Ada

Ciptaan adalah bukti-bukti dan ayat-ayat adanya sang Pencipta. Materi merupakan tanda bagi adanya yang bukan materi. Karena dibalik materi ada yang bukan materi, yaitu daya hidup yang meliputi materi-materi itu, yang halus, yang bathin, yang tidak terlihat oleh mata karena tersembunyi, yang bukan rupa, bukan pula warna, yang bukan arah bukan pula tempat, yang bukan aksara dan bukan pula bahasa

Dialah yang maha meliputi segala sesuatu, “Alaa innahum fii miryatin min liqaa-i rabbihim alaa innahu bikulli syay-in muhiithun” Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu. [Fushshilat: 54]

Dialah yang amat dan lebih dekat dari urat leher, “Walaqad khalaqnaa al-insaana wana'lamu maa tuwaswisu bihi nafsuhu wanahnu aqrabu ilayhi min habli alwariidi” Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. [Al Qaaf:16]

Dialah yang maha tidak sama dengan apapun, “Laysa kamitslihi syay-un wahuwa alssamii'u albashiiru”. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat. [Asy Syuura :11]

Tiada tendeng aling-aling dalam hakikat makrifat Syekh Majagung mewejang “Allah itu bukan disana atau disitu, tetapi INI. Begitu pula Syekh Bentong berwejang “Allah itu itu bukan disana sini, ya INI lah.”

“Walillaahi almasyriqu waalmaghribu fa-aynamaa tuwalluu fatsamma wajhu allaahi inna allaaha waasi'un 'aliimun”. Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui. [albaqarah: 115]

Membangun INTERNET BUSINESS CAREER bareng E-Cerdas, tertarik? Pelajari kiat-kiatnya E-Cerdas [:-DISINI-:]   ««  e-Cerdas memang pilihan cerdas.

0 Komentar:

Suluk Wujil

“Uraian kesatuan huruf. Dulu dan sekarang. Yang saya pelajari tidak berbeda. Tidak beranjak dari tatanan lahir. Tetap saja tentang bentuk luarnya. Saya meninggalkan Majapahit. Meninggalkan semua yang dicintai. Namun tak menemukan sesuatu apa. Sebagai penawar”. Begitulah keluh kesahnya si Wujil kepada Kanjeng Sunan Bonang.

Sangat menarik bila wejangan-wejangan Kanjeng Sunan yang begitu lugas dan gamblang kepada si Wujil untuk kita ketahui bersama. Sebuah perjalanan kerohanian yang tidak lain dan tak bukan merupakan perjalanan ihsan yang beliau tulis dalam Suluk Wujil.

Suluk Wujil

1
Inilah ceritera si Wujil
Berkata pada guru yang diabdinya
Ratu Wahdat
Ratu Wahdat nama gurunya
Bersujud ia ditelapak kaki Syekh Agung
Yang tinggal di desa Bonang
Ia minta maaf
Ingin tahu hakikat
Dan seluk beluk ajaran agama
Sampai rahsia terdalam

2
Sepuluh tahun lamanya
Sudah Wujil
Berguru kepada Sang Wali
Namun belum mendapat ajaran utama
Ia berasal dari Majapahit
Bekerja sebagai abdi raja
Sastra Arab telah ia pelajari
Ia menyembah di depan gurunya
Kemudian berkata
Seraya menghormat
Minta maaf

3
Dengan tulus saya mohon
Di telapak kaki tuan Guru
Mati hidup hamba serahkan
Sastra Arab telah tuan ajarkan
Dan saya telah menguasainya
Namun tetap saja saya bingung
Mengembara kesana-kemari
Tak berketentuan.
Dulu hamba berlakon sebagai pelawak
Bosan sudah saya
Menjadi bahan tertawaan orang

4
Ya Syekh al-Mukaram!
Uraian kesatuan huruf
Dulu dan sekarang
Yang saya pelajari tidak berbeda
Tidak beranjak dari tatanan lahir
Tetap saja tentang bentuk luarnya
Saya meninggalkan Majapahit
Meninggalkan semua yang dicintai
Namun tak menemukan sesuatu apa
Sebagai penawar

5
Diam-diam saya pergi malam-malam
Mencari rahsia Yang Satu dan jalan sempurna
Semua pendeta dan ulama hamba temui
Agar terjumpa hakikat hidup
Akhir kuasa sejati
Ujung utara selatan
Tempat matahari dan bulan terbenam
Akhir mata tertutup dan hakikat maut
Akhir ada dan tiada

6
Ratu Wahdat tersenyum lembut
“Hai Wujil sungguh lancang kau
Tuturmu tak lazim
Berani menagih imbalan tiggi
Demi pengabdianmu padaku
Tak patut aku disebut Sang Arif
Andai hanya uang yang diharapkan
Dari jerih payah mengajarkan ilmu
Jika itu yang kulakukan
Tak perlu aku menjalankan tirakat

7
Siapa mengharap imbalan uang
Demi ilmu yang ditulisnya
Ia hanya memuaskan diri sendiri
Dan berpura-pura tahu segala hal
Seperti bangau di sungai
Diam, bermenung tanpa gerak.
Pandangnya tajam, pura-pura suci
Di hadapan mangsanya ikan-ikan
Ibarat telur, dari luar kelihatan putih
Namuni isinya berwarna kuning

8
Matahari terbenam, malam tiba
Wujil menumpuk potongan kayu
Membuat perapian, memanaskan
Tempat pesujudan Sang Zahid
Di tepi pantai sunyi di Bonang
Desa itu gersang
Bahan makanan tak banyak
Hanya gelombang laut
Memukul batu karang
Dan menakutkan

9
Sang Arif berkata lembut
“Hai Wujil, kemarilah!”
Dipegangnya kucir rambut Wujil
Seraya dielus-elus
Tanda kasihsayangnya
“Wujil, dengar sekarang
Jika kau harus masuk neraka
Karena kata-kataku
Aku yang akan menggantikan tempatmu”

11
“Ingatlah Wujil, waspadalah!
Hidup di dunia ini
Jangan ceroboh dan gegabah
Sadarilah dirimu
Bukan yang Haqq
Dan Yang Haqq bukan dirimu
Orang yang mengenal dirinya
Akan mengenal Tuhan
Asal usul semua kejadian
Inilah jalan makrifat sejati”

12
Kebajikan utama (seorang Muslim)
Ialah mengetahui hakikat salat
Hakikat memuja dan memuji
Salat yang sebenarnya
Tidak hanya pada waktu isya dan maghrib
Tetapi juga ketika tafakur
Dan salat tahajud dalam keheningan
Buahnya ialah mnyerahkan diri senantiasa
Dan termasuk akhlaq mulia

13
Apakah salat yang sebenar-benar salat?
Renungkan ini: Jangan lakukan salat
Andai tiada tahu siapa dipuja
Bilamana kaulakukan juga
Kau seperti memanah burung
Tanpa melepas anak panah dari busurnya
Jika kaulakukan sia-sia
Karena yang dipuja wujud khayalmu semata

14
Lalu apa pula zikir yang sebenarnya?
Dengar: Walau siang malam berzikir
Jika tidak dibimbing petunjuk Tuhan
Zikirmu tidak sempurna
Zikir sejati tahu bagaimana
Datang dan perginya nafas
Di situlah Yang Ada, memperlihatkan
Hayat melalui yang empat

15
Yang empat ialah tanah atau bumi
Lalu api, udara dan air
Ketika Allah mencipta Adam
Ke dalamnya dilengkapi
Anasir ruhani yang empat:
Kahar, jalal, jamal dan kamal
Di dalamnya delapan sifat-sifat-Nya
Begitulah kaitan ruh dan badan
Dapat dikenal bagaimana
Sifat-sifat ini datang dan pergi, serta ke mana

16
Anasir tanah melahirkan
Kedewasaan dan keremajaan
Apa dan di mana kedewasaan
Dan keremajaan? Dimana letak
Kedewasaan dalam keremajaan?
Api melahirkan kekuatan
Juga kelemahan
Namun di mana letak
Kekuatan dalam kelemahan?
Ketahuilah ini

17
Sifat udara meliputi ada dan tiada
Di dalam tiada, di mana letak ada?
Di dalam ada, di mana tempat tiada?
Air dua sifatnya: mati dan hidup
Di mana letak mati dalam hidup?
Dan letak hidup dalam mati?
Kemana hidup pergi
Ketika mati datang?
Jika kau tidak mengetahuinya
Kau akan sesat jalan

18
Pedoman hidup sejati
Ialah mengenal hakikat diri
Tidak boleh melalaikan shalat yang khusyuk
Oleh karena itu ketahuilah
Tempat datangnya yang menyembah
Dan Yang Disembah
Pribadi besar mencari hakikat diri
Dengan tujuan ingin mengetahui
Makna sejati hidup
Dan arti keberadaannya di dunia

19
Kenalilah hidup sebenar-benar hidup
Tubuh kita sangkar tertutup
Ketahuilah burung yang ada di dalamnya
Jika kau tidak mengenalnya
Akan malang jadinya kau
Dan seluruh amal perbuatanmu, Wujil
Sia-sia semata
Jika kau tak mengenalnya.
Karena itu sucikan dirimu
Tinggalah dalam kesunyian
Hindari kekeruhan hiruk pikuk dunia

20
Keindahan, jangan di tempat jauh dicari
Ia ada dalam dirimu sendiri
Seluruh isi jagat ada di sana
Agar dunia ini terang bagi pandangmu
Jadikan sepenuh dirimu Cinta
Tumpukan pikiran, heningkan cipta
Jangan bercerai siang malam
Yang kaulihat di sekelilingmu
Pahami, adalah akibat dari laku jiwamu!

21
Dunia ini Wujil, luluh lantak
Disebabkan oleh keinginanmu
Kini, ketahui yang tidak mudah rusak
Inilah yang dikandung pengetahuan sempurna
Di dalamnya kaujumpai Yang Abadi
Bentangan pengetahuan ini luas
Dari lubuk bumi hingga singgasana-Nya
Orang yang mengenal hakikat
Dapat memuja dengan benar
Selain yang mendapat petunjuk ilahi
Sangat sedikit orang mengetahui rahasia ini

22
Karena itu, Wujil, kenali dirimu
Kenali dirimu yang sejati
Ingkari benda
Agar nafsumu tidur terlena
Dia yang mengenal diri
Nafsunya akan terkendali
Dan terlindung dari jalan
Sesat dan kebingungan
Kenal diri, tahu kelemahan diri
Selalu awas terhadap tindak tanduknya

23
Bila kau mengenal dirimu
Kau akan mengenal Tuhanmu
Orang yang mengenal Tuhan
Bicara tidak sembarangan
Ada yang menempuh jalan panjang
Dan penuh kesukaran
Sebelum akhirnya menemukan dirinya
Dia tak pernah membiarkan dirinya
Sesat di jalan kesalahan
Jalan yang ditempuhnya benar

24
Wujud Tuhan itu nyata
Mahasuci, lihat dalam keheningan
Ia yang mengaku tahu jalan
Sering tindakannya menyimpang
Syariat agama tidak dijalankan
Kesalehan dicampakkan ke samping
Padahal orang yang mengenal Tuhan
Dapat mengendalikan hawa nafsu
Siang malam penglihatannya terang
Tidak disesatkan oleh khayalan

35
Diam dalam tafakur, Wujil
Adalah jalan utama (mengenal Tuhan)
Memuja tanpa selang waktu
Yang mengerjakan sempurna (ibadahnya)
Disebabkan oleh makrifat
Tubuhnya akan bersih dari noda
Pelajari kaedah pencerahan kalbu ini
Dari orang arif yang tahu
Agar kau mencapai hakikat
Yang merupakan sumber hayat

36
Wujil, jangan memuja
Jika tidak menyaksikan Yang Dipuja
Juga sia-sia orang memuja
Tanpa kehadiran Yang Dipuja
Walau Tuhan tidak di depan kita
Pandanglah adamu
Sebagai isyarat ada-Nya
Inilah makna diam dalam tafakur
Asal mula segala kejadian menjadi nyata

38
Renungi pula, Wujil!
Hakikat sejati kemauan
Hakikatnya tidak dibatasi pikiran kita
Berpikir dan menyebut suatu perkara
Bukan kemauan murni
Kemauan itu sukar dipahami
Seperti halnya memuja Tuhan
Ia tidak terpaut pada hal-hal yang tampak
Pun tidak membuatmu membenci orang
Yang dihukum dan dizalimi
Serta orang yang berselisih paham

39
Orang berilmu
Beribadah tanpa kenal waktu
Seluruh gerak hidupnya
Ialah beribadah
Diamnya, bicaranya
Dan tindak tanduknya
Malahan getaran bulu roma tubuhnya
Seluruh anggota badannya
Digerakkan untuk beribadah
Inilah kemauan murni

40
Kemauan itu, Wujil!
Lebih penting dari pikiran
Untuk diungkapkan dalam kata
Dan suara sangatlah sukar
Kemauan bertindak
Merupakan ungkapan pikiran
Niat melakukan perbuatan
Adalah ungkapan perbuatan
Melakukan shalat atau berbuat kejahatan
Keduanya buah dari kemauan

Sumber Artikel: Islamic College for Advanced Studies (ICAS) Jakarta

SUBSCRIBE TO [DETAK HIDUP]   

ARTIKEL TERKAIT:
[01]• Ingat Allah Ke Allah 
[02]• Allah Maha Meliputi Segala Sesuatu
[03]• Allah Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu 
[04]• Memanggil-Manggil Asma-Nya
[05]• Mengenali Tanda Ada
[06]• Cipta Rasa 
[07]• Suluk Gedong 

Membangun INTERNET BUSINESS CAREER bareng E-Cerdas, tertarik? Pelajari kiat-kiatnya E-Cerdas [:-DISINI-:]   ««  e-Cerdas memang pilihan cerdas.

Related Post


0 Komentar:

Sabtu, 19 Maret 2011

Esensi Agama Menembus Sekat-Sekat Dari Kotak-Kotak Yang Terpisah, Renungan Ke-71 Tentang Berguru

Sepasang suami istri melihat komentar para sahabat  dalam note di FB nya. Mereka melihat para sahabatnya tertarik pada pernyataan YM Bhikku Sanghasena pendiri Mahabodhi International Meditation Center , tentang tidak adanya kedamaian dunia karena dunia telah terkotak-kotak dan masyarakat berada dalam kotak-kotak yang terpisah……. Karena ada “division”, ada pembagian. Karena ada pembagian maka timbullah friksi, muncullah perkelahian. Pembagian, pengkotak-kotakan sudah terjadi menyeluruh dalam setiap kehidupan manusia, pembagian negara, agama, ras, warna kulit, geografi dan sebagainya. Semua orang menginginkan kedamaian, kebahagiaan, kemakmuran, betul demikian semuanya…… akan tetapi hanya kedamaian, kebahagiaan dan kemakmuran bagi kelompoknya. Kelompok Amerika hanya memperjuangkan bagi Amerika, demikian pula Eropa, Asia ataupun suatu agama hanya memperjuangkan kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan bagi umat seagamanya saja. Dan selalu kita hanya memikirkan kelompok kita dan mengabaikan kelompok lain di luar kita, itulah sebabnya tidak pernah tercapai perdamaian……. Terlalu banyak pengkotak-kotakan dalam kehidupan, pada hal secara fundamental kita itu sama-sama manusia…… Harus ada transformasi, atau perubahan sikap mental, perubahan “attitude” untuk melihat persamaan dan bukan mencari perbedaan. Dan, esensi setiap agama pada dasarnya sama……
Sang Suami: Istriku, aku baru saja tertegun kala membaca status FB salah seorang sahabat…… “Kalau Ahli Hukum tak merasa tersinggung karena pelanggaran hukum, sebaiknya dia jadi tukang sapu jalanan”, tulis Pramoedya Ananta Toer dalam Rumah Kaca……. Dan salah seorang “sahabat” mengomentari status tersebut…….. “Itulah yg terjadi ketika para ahli hanya melihat fakta semu di permukaan tanpa mau menyelami kebenaran. Betapa langkanya para pemikir seperti Pramoedya di negeri ini. Salam kasih buatmu Bung, telah mengingatkan kita akan hal ini.”……….. Benar sekali tanggapan terhadap status tersebut……
Sang Istri: Saya pernah membaca bahwa Gus Dur menyampaikan, “Saya sendiri orang Islam – tetapi Islam pun banyak kekurangannya. Seperti yang diketahui, Islam itu terbagi dua, satu yang legalistik/formalistik, satunya lagi yang spiritual. Saya pribadi lebih cenderung kepada yang spiritual. Yang legal suka menghantam yang spiritual.”……. Dalam buku “Cakrawala Sufi 3, Kembara Bersama Mereka Yang Berjiwa Sufi” disampaikan…….. Dalam setiap agama, ada bagian-bagian yang bersifat universal, ada pula yang bersifat kontekstual. Yang kontekstual ini mungkin sangat relevan pada masanya, tetapi sudah tidak relevan dengan masa kini. Kita tidak perlu mengkritiknya. Yang diperlukan adalah kearifan kita untuk memisahkan bagian-bagian yang sudah tidak relevan lagi……… Dengan segala hormat kepada pendiri setiap agama, bagaimanapun mereka adalah manusia biasa. Ilham atau Wahyu yang kita anggap “turun” dari Allah dan saya yakini berasal dari kesadaran tinggi mereka jabarkan sesuai “pemahaman” mereka. Dan “pemahaman” manusia meningkat terus. Bahkan secara anatomis, otak kita apapun sudah mengalami perubahan struktural. Kualitas otak manusia sekarang dan manusia purbakala – bahkan manusia yang lahir 2000 tahun yang lalu – sudah berbeda. Kita harus bisa menerima “perbedaan” ini dengan pikiran yang jernih dan hati yang terbuka. “Pembakuan” peraturan-peraturan yang dibuat ribuan tahun yang lalu – lantas menjadikannya landasan bagi suatu negara – akan menghentikan roda pembangunan. Kita akan lari di tempat………
Sang Suami: Dalam AI-Qur’an pun tertulis, “Kuciptakan kalian sebagai bangsa-bangsa dan suku-suku agar kalian saling mengenal satu sama lain. Sesungguhnya orang yang paling mulia di mata Allah adalah orang yang bertaqwa.”…….  Berarti taqwa menembus sekat-sekat perbedaan bangsa dan suku. Dalam buku “Cakrawala Sufi 3, Kembara Bersama Mereka Yang Berjiwa Sufi” disampaikan…….. Entah berapa kali telah kita baca Firman Allah itu, namun sepertinya tidak pernah kita hayati. Bolak-balik yang kita permasalahkan adalah bentuk luar agama, bukan esensi ajaran agama itu sendiri. Esensi agama tidak bisa dipermasalahkan. Esensi agama adalah “taqwa” kepada Allah. Dan siapa yang bisa menentukan ke-”taqwa” -an seseorang, kecuali Allah?
Sang Istri: Kesadaran menembus rintangan penglihatan yan g sempit. Dalam buku “Bersama Kahlil Gibran Menyelami ABC Kehidupan” disampaikan……. Ketidaksadaran merintangi penglihatan kita. Pikiran pun menjadi keruh. Lalu penafsiran kita akan selalu salah. Yang benar kita anggap tidak benar. Yang tidak benar kita anggap benar. Dan apabila kita menciptakan suatu system kepercayaan berdasarkan tafsiran-tafsiran yang salah, Anda dapat membayangkan apa yang akan terjadi! Sementara ini, yang terjadi memang demikian. Kita menafsirkan agama dan kepercayaan secara begitu sempit, sehingga maknanya hilang. Sehingga jiwanya hilang, dan pesannya tidak jelas lagi……..
Sang Suami: Dalam buku “Cakrawala Sufi 3, Kembara Bersama Mereka Yang Berjiwa Sufi” disampaikan…….. Sebenarnya, Hazrat Inayat Khan hanya sedang mengulangi apa yang pernah dikemukakan oleh para sufi sebelumnya. Sufisme bukan agama, karena bebas dari prinsip-prinsip dogmatis, dari perbedaan-perbedaan yang mendasari setiap agama. Sufisme juga bukan filsafat, karena ilmu filsafat pun melihat perbedaan. Sebaliknya, sufisme hanya melihat kesatuan dan persatuan. Hazrat Inayat Khan menjelaskan ajaran sufi sebagai “latihan” untuk meluruskan pandangan, untuk memperluas pandangan. Ajaran-ajaran sufi tidak pernah menjadi suatu agama, atau melahirkan suatu kredo baru. Ajaran-ajaran sufi mempakan intisari setiap agama, semua agama. Bahkan, sebenarnya istilah “Sufisme” pun tidak tepat. Sufi tidak mengenal “isme”. Kalaupun Hazrat Inayat Khan menggunakan “ism” di belakang Sufi, maksud beliau hanyalah untuk mempermudah pemahaman kita………. Seorang Sufi adalah seorang Kristen Sejati. Kemurahan-hatinya, semangat persaudaraannya dan komitmennya terhadap pemulihan kembali kesehatan rohani tidak tertandingi. Seorang Sufi adalah seorang Brahmin (Hindu) Sejati. Brahmin berarti “Ia Yang Memahami” Brahma – Ia yang mengalami Tuhan, Yang Satu Ada-Nya. Ia tidak mempercayai keberadaan sesuatu apa pun, di luar Tuhan. Demikianlah keyakinannya yang disebut Advaita – tidak melihat dualitas, tidak memilah. Memang Hazrat Inayat Khan akan membuat gerah pihak-pihak yang ingin memonopoli istilah Sufi. Bagi seorang Inayat Khan, bagi seorang Jalaluddin Rumi, istilah Sufi sendiri berarti “Ia yang bersih”. Seorang sufi tidak terkontaminasi, tidak tercemari oleh pandangan-pandangan yang bersifat dualitas. Ia bebas dari segala macam dualitas. Seorang Sufi adalah seorang Buddhis Sejati. Dengan penuh kewaspadaan, ia mengambil langkah pasti dalam perjalanan spiritualnya. Seorang Sufi adalah searang Muslim Sejati. Ia tidak sibuk membicarakan Islam. la “menghidupi” Islam. Islam membuat jiwanya semakin lembut, semakin reseptif. Sesungguhnya hanya kelembutan jiwalah, hanya reseptivitas hatilah, yang dapat mengantar kita ke pencerahan. lronis sekali, Islam yang begitu lembut dijadikan alot, dijadikan keras oleh mereka yang ber-KTP Islam, tetapi tidak berjiwa Mukmin.
Sang Istri: Dalam buku “The Gospel of Michael Jackson” disampaikan…….. Seorang Sofie dalam bahasa Yunani, atau Sufi dalam bahasa Arab, adalah seseorang yang tersesat dalam Senandung Agung. Seorang Sufi menjadi satu dengan Nyanyian, dengan Sang Agung.  Jiwa Sufi adalah jiwa universal, jiwa Tuhan. Bangkitnya jiwa semacam itu berarti juga kebangkitan ketuhanan di dalam diri. Bangkitnya Jiwa Sufi di dalam diri adalah hal paling berbahaya yang dapat terjadi dalam diri seorang manusia. Sufi adalah mahluk-mahluk yang sudah bertransformasi. Mungkin mirip kita, tetapi tidaklah sama dengan kita. Mereka berbeda. Kita mengidentifikasikan diri kita dengan masyarakat, akademi, institusi, agama, dan banyak hal lainnya. Kita mengidentifikasikan diri kita dengan benda, materi. Para Sufi mengidentifikasikan diri dengan dengan hal-hal di luar jangkauan materi, esensi materi yaitu energi murni. Kita hidup dalam kotak-kotak sosial. Para Sufi hidup di luar kotak-kotak tersebut. Kita takut hidup di luar kotak kecil kita. Para Sufi malah akan sesak nafas di dalam kotak-kotak itu……
Sang Istri: Dalam buku “Nirtan Tarian Jiwa Hazrat Inayat Khan” disampaikan…….. Setiap orang hidup dalam dunia “ciptaan”nya, dalam alam raya “buatan”-nya. Dan, dunia “buatan” kita, alam “ciptaan” kita sungguh sempit, kecil, serba terbatas. Itu sebabnya, kita tidak merasa apa-apa bila tetangga kita tidur dengan perut kosong. Dalam “dunia kita” perut tetangga tidak sama dengan perut kita. Dunia kita, alam kita terbagi dalam sekian banyak kotak. Dan setiap kotak masih bersekat lagi. Ada kotak bangsa, negara. Ada sekat agama, suku, ras dan sebagainya. Kita bagaikan kawanan katak yang hidup dalam sumur. Seorang sufi keluar dari sumur itu. Pencerahan dia, kesadaran dia membebaskan jiwanya dari pengotakan dan penyekatan. Kemudian, ia menjadi “anak dunia”, putra alam raya. Kegerahan alam menggerahkan dirinya. Dan, kegelisahan dia menggelisahkan alam. Kesadaran seorang sufi semacam ini bukanlah produk ego yang serta terbatas, tetapi hasil dari pelepasan ego.
Sang Suami: Aku ingat sebuah pandangan bijak…… Di balik segala macam permasalahan yang sedang kalian hadapi saat ini ada masalah utama yang terlupakan. Krisis moneter bisa diatasi, akan teratasi. Krisis politik bisa diatasi, akan teratasi pula. Masalah utama yang kalian hadapi adalah krisis kesadaran. Tanpa adanya kesadaran, tidak akan terjadi reformasi. Sistem pendidikan harus diubah. Pelajaran agama yang mengkotak-kotakkan manusia Indonesia harus diganti dengan pendidikan budi-pekerti. Setiap warga Indonesia harus mempelajari nilai-nilai dasar setiap agama. Kalian harus berjiwa apresiatif terhadap setiap agama. Sekadar toleransi saja tidaklah cukup. Pembagian manusia Indonesia berdasarkan kepercayaan dan keimanan – harus dihentikan. Pembagian manusia Indonesia berdasarkan kelompok yang beragama bumi dan beragama langit, hanya menunjukkan betapa tumpulnya kalian. Bukankah bumi dan langit, dua-duanya ciptaan Dia? Bisakah kalian hidup tanpa berpijak di bumi? Bisakah kalian membayangkan kehidupan tanpa langit? Nilai-nilai luhur yang ada dalam setiap agama, harus dipelajari. Perang antaragama yang pernah ataupun sedang terjadi di negeri orang yang tidak mencerminkan budaya bangsa – harus dikutuk, tidak diimpor ke negara ini. Penggunaan istilah-istilah pribumi dan non pribumi, bumiputera tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Pendirian dinding-dinding pemisah demikian bahkan tidak bisa disebut budaya atau kebudayaan. Mereka yang memisah yang memecah belah – belum berbudaya, belum beradab…….
Sang Istri: Aku juga ingat sebuah nasehat bijak……..  Apa kesalahan utama dalam sistem pendidikan kita? Memisahkan Anak pada Saat Kelas Agama. Sejak usia dini, anak-anak kita dikondisikan untuk melihat dirinya berbeda dari anak-anak lain. la adalah bagian dari salah satu agama dan anak-anak lain dari agama lain. Ini adalah kecelakaan pertama, dan yang paling utama. Pendidikan agama mesti menjadi tanggungjawab orang tua. Mereka mesti mampu mengajarkan agama kepada anak-anak mereka. Bila tidak, janganlah melahirkan anak. Jangan karena “enak” saja. Jadilah orangtua yang bertanggung jawab. Dulu, saya selalu menganjurkan bahwa bila orangtua tidak mampu, biarlah anak-anak kita mendapatkan pelajaran agama dari para agamawan masing-masing agama. Sekarang, saya tidak lagi mengajurkan hal itu. Karena, setelah saya teliti, ternyata banyak agamawan yang terjebak dalam kotak mereka masing-masing. Mereka hidup dalam kotak-kotak. Orangtua mesti bertanggung jawab atas pelajaran agama bagi anak-anak mereka. Dan, bila mereka tidak siap juga, seorang pemuda seperti kau, yang saat ini sedang membaca buku ini, mesti menawarkan diri untuk menjadi sukarelawan bagi adikmu, sepupumu, bahkan anak tetangga, atau anak jalanan………
Sang Suami: Sebagai penutup aku ingat sebuah wejangan………. Keberadaan menginginkan terjadinya kebangkitan Islam di Indonesia, dari Indonesia. Islam yang masuk di Indonesia lewat Hindustan sudah merupakan the refined stuff. Sudah dibersihkan dari kekerasan budaya Timur Tengah. Islam inilah yang cocok bagi Indonesia. Islam yang lembut, yang manis, yang indah. Islamnya Sunan Bonang dan Hamzah Fansuri! Islamnya Shah Latief dan Inayat Khan! Islam yang tidak mengkotak-kotakkan manusia. Islam yang memekarkan jiwa manusia. Islam inilah yang cocok bagi Indonesia…….. Semoga………
Terima Kasih Bapak Anand Krishna

Situs artikel terkait
http://www.oneearthmedia.net/ind/
http://triwidodo.wordpress.com
http://id-id.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo
Februari 2011

Leave a Reply

Rabu, 16 Maret 2011

Lukisan Pensil

Filed under: Seni — piepietvieda @ 11:23 am 
Tags: 
                                       
Be the first to like this post.

9 Komentar »

  1. Masya Allah…
    hebat banget nih pelukisnya…
    gambarnya bener2 natural…
    Saluuuttt…..
    Komentar oleh ladyrain74 — 30 November 2008 @ 3:04 pm Balas
  2. keren…….. btw boleh share masalah pensil Nya gak???/
    pencil ukuran apa aja yg di pakai…? thankz ;)
    Komentar oleh bcex — 24 Agustus 2009 @ 5:06 pm Balas
  3. kereeeeen euy…
    semangat.. semangat..
    Komentar oleh hdp — 10 Desember 2009 @ 11:53 am Balas
  4. WAWWWWWW,,,, I WANT CAN IT’S gimana tekniknya????
    Komentar oleh IIF RIF'AT — 6 Maret 2010 @ 10:14 am Balas
  5. Keren bos Lukisan nya . ada sketsa awal nya tidak bos.
    Komentar oleh Jual beli Paypal — 5 Mei 2010 @ 3:16 pm Balas
  6. GILAA . . . .
    YG NGLUKIS MAKAN NASI JUGA KAN ???
    PENGEN BISA NGARSIR BAGUS GITU . .
    TRS, PENSIL APA AJA YG DI PAKE DAN KERTAS PENGARUH JUGA GA ?
    Komentar oleh OZIE — 16 Juni 2010 @ 2:05 pm Balas
  7. Wah lukisannya terlihat realistik, karyanya benar-benar bagus.
    Tapi setahu saya lukisan pensil justru mahal apalagi yang di lukis adalah photo diri/wajah.
    Komentar oleh lukisan — 27 Oktober 2010 @ 1:28 pm Balas
  8. liat lukisan pencil seperti ini jadi semangat untuk corat-coret lagi….:)
    Komentar oleh teksuno — 8 November 2010 @ 5:26 pm Balas
  9. benar2 karya2 tangan2 yg artistik,salute you is winners
    Komentar oleh delly — 3 Februari 2011 @ 5:05 pm Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *
 *

Sabtu, 12 Maret 2011

BELAJAR MENGGAMBAR :Cara menggambar mata wanita

drawing the female eye in pencilMetode dalam gambar pensil grafit bertujuan untuk memberikan mata pelajaran secara realistis mungkin. Berikut adalah langkah-demi-langkah demonstrasi bagaimana menggambar mata. Sementara sangat berharap bahwa ini membantu dalam menggambar realistis mata, melakukan percobaan dan mengembangkan cara Anda sendiri menggambar. Kadang-kadang tidak mengikuti beberapa langkah-langkah persis seperti yang suka eksperimen dan mencoba untuk menemukan cara yang lebih baik untuk mencapai tekstur tertentu atau efek.
  • Langkah Satu
    Garis batas pada Canson Grain. Karena garis sangat ringan dan kemungkinan besar akan luntur dari ketika mulai render atau shading, telah hati-hati dan ringan menelusuri garis-garis dengan pensil. Dalam kasus ini, sebuah Faber-Castell 0,5 mm pensil mekanik 2B.
  • Langkah Dua
    Menggunakan sikat lembut yang dicelupkan ke dalam sejumlah kecil bubuk grafit, membahas garis besar dengan dua atau tiga lapis nada. Setiap sikat dapat digunakan asalkan menghasilkan efek yang sangat halus dan mengisi gigi kertas.  Mencoba untuk menghindari nada pada acara utama iris. Jika aku mendapat grafit di sana, aku tekan daerah dengan memijat penghapus yang bersih.
  • Langkah Tiga
    Menggunakan versi yang lebih kecil dari kuas saya gunakan di langkah sebelumnya, aku mulai membentuk bentuk mata dengan mendefinisikan area yang lebih gelap ..
  • Langkah Empat
    Dengan memijat penghapus, aku membersihkan highlights.
  • Langkah Lima
    Menggunakan Dong-A 0,5 mm pensil mekanik 2B untuk menggambar daerah tergelap seperti murid, bayangan di bagian atas iris dan lipatan kelopak mata atas.
  • Langkah Enam
    Berkonsentrasi pada iris untuk saat ini, saya menggunakan pensil keras (5H Staedtler) dan tekanan cukup keras untuk menarik jari-jari berasal dari murid. Ini akan menjaga kertas dari menyerap banyak grafit dalam tahap berikutnya.
  • Langkah Tujuh
    Setelah menggunakan 5H pada tahap sebelumnya, sekarang saya bisa menggambar warna gelap pada iris menggunakan pensil hitam (2B pensil mekanik). Alasan mengapa menggunakan 2B adalah karena menyebar lebih mudah. Para 5H juga untuk menjaga nada sangat halus ketika nada lebih gelap ditambahkan.
  • Langkah Delapan
    Bekerja di iris grafit menghapus dan menambahkan sebanyak yang diperlukan untuk membuat nada bervariasi. Bergerak pada putih mata, itu juga ditutup dengan lapisan 5H untuk menciptakan efek yang halus. Kemudian menggunakan pensil mekanik 2B di daerah bayangan untuk membentuk bola mata.
  • Langkah Sembilan
    Di sini  mulai bekerja pada kulit. 0,5 mm menggunakan pensil mekanik HB dan gerakan melingkar yang ringan, menambahkan nada dering ke atas kelopak mata dan kulit di sekitarnya – mulai pertama di sebuah area yang akan menerima lebih grafit (dalam kasus ini, kulit di sekitar lipatan) dan bergerak ke arah yang lebih ringan daerah. menggunakan handuk dan kuas untuk memperlancar keluar bintik-bintik kasar.
  • Langkah Sepuluh
    Dilanjutkan dengan bagian bawah kulit.
  • Langkah Sebelas
    Masih terus dengan pensil mekanik HB. Sekarang  menambahkan bayangan pada kulit. Yang 5H Pensil Staedtler juga digunakan pada ketebalan kelopak mata bawah. Pensil 2B mekanik digunakan untuk daerah yang lebih gelap.
  • Langkah Dua Belas
    Untuk menciptakan kerutan pada kulit, aku sedikit menggambar garis dengan pensil mekanik HB dan kemudian menggunakan penghapus diremas untuk membuat highlight baik di samping setiap baris. Sebuah kertas tunggul dan kuas digunakan untuk melembutkan dan paduan garis. Metode yang sama digunakan pada putih mata juga digunakan pada saluran air mata. Para HB digunakan untuk alis – dimulai dengan masing-masing akar rambut dan mengurangi tekanan terhadap ujung.
  • Langkah Tiga Belas
    Dijaga supaya tarikan bulu mata sampai di bawah kulit selesai. Karena bulu mata atas akan menjadi lebih gelap daripada bagian bawah bulu mata atau alis, saya menggunakan Dong-A 2B pensil mekanik yang jauh lebih gelap dari Faber-Castell kelas yang sama. Sekali lagi, mengikuti arah pertumbuhan dan mulai dari akar, mengurangi tekanan ketika aku datang ke ujung. Refleksi dari bulu matanya juga digambar di acara utama iris.
  • Langkah Empat belas
    Bulu mata bawah digambar dengan Faber-Castell 2B pensil mekanik.
  • Langkah Lima belas
    Mata akhir. Sentuhan akhir dibuat dan beberapa highlights pada kelopak mata bawah yang tumpul sedikit.
drawing the eye
eye drawing lesson
eye drawing tutorail
how to draw eyes
eye drawing tutorial
how to draw eyes
drawing human eyes
free art tutorial
drawing realistic eyes
art tutorial, drawing eyes
drawing human eyes
how to draw eyes
pencil eye free art lesson.
how to draw eyes
drawing the human eye
 
 
2 Votes